Elkan Baggott Siap Bersaing Rebut Tempat Utama di Millwall

Denting.id – Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, menikmati awal perjalanan barunya bersama Millwall setelah meninggalkan Ipswich Town pada bursa transfer musim panas 2026.

Bek berusia 23 tahun dengan tinggi 196 cm tersebut bergabung dengan Millwall melalui transfer permanen dan mendapatkan kontrak jangka panjang. Meski sudah masuk skuad pada dua pertandingan pertama musim ini, Baggott belum mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama The Lions.

Baggott menilai proses adaptasinya di klub barunya berjalan positif. Ia bergabung ketika pramusim masih berlangsung sehingga memiliki cukup waktu untuk mengenal lingkungan dan rekan-rekan setimnya.

“Ketika saya bergabung, masih bisa dibilang sebagai masa awal pramusim, jadi ada cukup waktu untuk beradaptasi dengan skuad,” ujar Baggott seperti dikutip dari Southwark News.

Menurut Baggott, sejumlah pertandingan persahabatan selama pramusim sangat membantu proses adaptasinya. Ia bisa membangun hubungan dengan rekan setim, baik di dalam maupun luar lapangan.

“Bermain dalam beberapa pertandingan pramusim juga menyenangkan karena sangat membantu pemain baru untuk lebih cepat beradaptasi dan mulai membangun hubungan dengan rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya benar-benar menikmati setiap detiknya sejauh ini,” ungkapnya.

Sudah Dipantau Sejak di Blackpool

Kepindahan Baggott ke Millwall bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. The Lions ternyata sudah memantau performanya ketika menjalani masa peminjaman di Blackpool dua musim lalu.

Ketertarikan serius Millwall baru diketahui Baggott pada awal bursa transfer musim panas, sekitar satu bulan sebelum kesepakatan akhirnya tercapai.

“Saya ingat ketika berada di Blackpool, saya mendengar dari agen saya bahwa Millwall sedang memantau pertandingan saya. Kemudian pada musim panas ini, di awal bursa transfer, saya mengetahui bahwa mereka benar-benar serius tertarik kepada saya,” kata Baggott.

Salah satu alasan yang membuat Baggott tertarik bergabung adalah rekam jejak Millwall dalam mengembangkan pemain muda. Ia melihat sejumlah pemain dengan usia yang relatif sama mampu berkembang setelah bergabung dengan The Lions.

“Mereka sudah melakukan pekerjaan yang sangat, sangat baik terhadap pemain yang usianya mirip dengan saya. Saya bisa menyebut Tristan Crama sebagai contoh yang sempurna karena usia kami sangat mirip dan dia datang lalu tampil dengan sangat baik,” tuturnya.

Baggott juga menyebut peran manajer dan Direktur Sepak Bola Millwall, Steve Gallen, dalam proses pengembangan pemain muda.

“Hal itu berasal dari manajer dan Direktur Sepak Bola, Steve Gallen, yang mendatangkan pemain dengan profil tersebut lalu mengembangkan mereka, dan sekarang Anda bisa melihat hasilnya. Femi Azeez juga merupakan contoh pemain yang usianya sangat mirip dengan saya, datang ke sini dan berkembang, jadi ini benar-benar menjadi prospek yang sangat menarik,” ujarnya.

Tinggalkan Ipswich Town

Baggott meninggalkan Ipswich Town setelah menghabiskan sebagian besar masa mudanya bersama klub tersebut. Ia bergabung dengan akademi Ipswich sejak berusia 14 tahun dan kemudian menjalani debut di tim utama pada 2020.

Setelah debut tersebut, Baggott menjalani tiga musim sebagai pemain pinjaman sebelum kembali ke Ipswich pada musim lalu.

Namun, persaingan di posisi bek tengah membuatnya lebih banyak menjadi pilihan keempat. Ia hanya tampil dalam dua pertandingan sepanjang musim.

Baggott mengakui situasi tersebut membuatnya frustrasi. Meski demikian, ia tetap mendapatkan pengalaman berharga karena menjadi bagian dari tim yang berhasil meraih promosi ke Premier League 2026/2027.

“Saya tidak akan berbohong, itu memang membuat frustrasi karena ketika saya diberi tahu akan menjadi bek tengah pilihan keempat, biasanya Anda mungkin mendapatkan enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan ketika musim berakhir,” jelasnya.

“Namun, saya berada di tim yang berhasil promosi dari liga dan berada dalam lingkungan tersebut sepanjang tahun sehingga ada banyak pelajaran yang saya dapatkan. Sangat bagus bisa berada dalam lingkungan yang sedang berjuang meraih promosi,” tambah Baggott.

Siap Rebut Posisi Utama

Kini Baggott menghadapi tantangan baru di Millwall. Ia harus bersaing untuk mendapatkan tempat di lini belakang klub yang memiliki catatan pertahanan kuat pada musim sebelumnya.

Millwall hanya kebobolan 49 gol di Championship, mencatatkan 18 clean sheet, serta menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan tandang paling sedikit, yakni 24 gol.

Baggott menyadari persaingan tersebut tidak akan mudah. Namun, bek Timnas Indonesia itu siap bekerja keras untuk merebut tempat utama.

Baca juga: Emil Audero Tetap Masuk Skuad Como

“Datang ke tim yang pertahanannya luar biasa pada musim lalu, saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan tempat saya. Saya menyadari tantangan tersebut,” kata Baggott.

 

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai