Iwan Suryawan Minta Manfaat B50 Sampai ke Petani dan Nelayan

Bandung, Denting.id — Kebijakan pemerintah pusat menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar melalui implementasi nasional mandatori B50 mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan.

Program B50 yang mencampurkan 50 persen minyak sawit ke dalam solar dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan merespons laporan pemerintah pusat melalui Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Kementerian ESDM per Agustus 2026.

Berdasarkan pemutakhiran data pemerintah, sejak kebijakan B50 mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026, Indonesia disebut telah menghentikan impor solar dan mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar per tahun.

“Penghentian impor solar dan penghematan devisa hingga Rp170 triliun adalah prestasi besar kedaulatan energi nasional. Namun, tolok ukur keberhasilan di daerah adalah ketika petani di Sukabumi atau nelayan di Indramayu tidak lagi kesulitan mendapatkan solar subsidi saat hendak bekerja,” ujar Iwan, 4 September 2026.

Menurut Iwan, efisiensi devisa dalam jumlah besar tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di daerah. Penghematan anggaran di tingkat nasional, kata dia, semestinya berjalan beriringan dengan kepastian pasokan serta keterjangkauan harga solar bersubsidi.

Hal itu dinilai penting bagi Jawa Barat yang memiliki wilayah pertanian luas sekaligus kawasan pesisir dengan aktivitas nelayan yang cukup besar.

Iwan menyoroti persoalan ketersediaan solar subsidi yang masih kerap menjadi kendala bagi masyarakat, terutama ketika memasuki musim tanam maupun musim melaut.

“Jangan sampai kita berbicara soal kedaulatan energi di tingkat nasional, tetapi di lapangan petani dan nelayan justru masih harus mencari solar ke berbagai tempat. Manfaat kebijakan ini harus benar-benar terasa,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah memastikan distribusi solar bersubsidi berjalan tepat sasaran dan mampu menjangkau sektor-sektor produktif yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.

Bagi Iwan, keberhasilan B50 tidak hanya diukur dari berkurangnya impor dan besarnya devisa yang berhasil dihemat, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan energi tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat yang menggunakannya untuk bekerja.

Baca juga: Iwan Suryawan Dukung Sayembara Begal, Ingatkan Fungsi Polisi

Ia berharap implementasi B50 dapat menjadi momentum memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku angkutan logistik di Jawa Barat.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai