Dedie Rachim Dorong Pasar Bersih Jambu Dua Jadi Laboratorium UMKM Kuliner

 

BOGOR, Denting.id — Transformasi Pasar Induk Jambu Dua menjadi Pasar Bersih Jambu Dua terus berkembang. Selain menjadi pusat perdagangan bahan pangan, kawasan tersebut kini didorong menjadi ruang pemberdayaan sekaligus laboratorium bagi pelaku UMKM kuliner di Kota Bogor.

Pasar Bersih Jambu Dua menyediakan fasilitas pasar basah yang menjual buah, sayuran, dan berbagai kebutuhan pangan. Kawasan itu juga dilengkapi sentra kuliner UMKM yang kini ramai dikunjungi masyarakat dari Bogor, Jabodetabek, dan sekitarnya.

Pengembangan kawasan tersebut melibatkan Pemerintah Kota Bogor, investor, serta Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil agar dapat memulai, mengembangkan, dan memperluas usahanya.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, keberadaan sentra kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui penguatan UMKM.

Hal itu disampaikan Dedie saat mengunjungi kawasan Pasar Bersih Jambu Dua dan berbincang dengan sejumlah pedagang, Sabtu (19/9/2026).

Dalam kunjungannya, Dedie menemukan sejumlah cerita pelaku UMKM yang mencoba bangkit setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka kemudian memanfaatkan peluang usaha di bidang kuliner untuk kembali membangun perekonomian.

“Pelaku UMKM ini salah satunya ada yang mengalami PHK. Melihat peluang di Pasar Jambu Dua, daya juangnya kembali bangkit. Padahal kita tahu, PHK itu satu kondisi yang berat bagi perekonomian seseorang,” kata Dedie.

Menurutnya, keterbatasan modal sering menjadi salah satu kendala bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Terlebih jika harus menyewa tempat usaha dengan biaya tinggi seperti di pusat perbelanjaan atau kawasan komersial.

Karena itu, Pemkot Bogor bersama investor dan Perumda PPJ memberikan dukungan melalui skema insentif kepada pelaku usaha yang bergabung di sentra kuliner Pasar Bersih Jambu Dua.

“Makanya kita fasilitasi di sini dengan memberikan insentif,” ujarnya.

Dedie menjelaskan, skema tersebut ditujukan terutama bagi pelaku usaha rintisan atau startup yang baru mulai menjalankan bisnis dengan skala terbatas.

“Jadi modelnya itu pemerintah memberikan insentif kepada startup, kepada mereka yang baru mulai belajar usaha dengan model terbatas. Karena untuk berkembang dan maju, modal yang terbatas itu harus dibarengi dengan risiko yang kecil,” jelasnya.

Menurut Dedie, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan risiko yang lebih terukur.

“Asalkan ada kemauan, tenaga, dan kesempatan yang sama diberikan kepada mereka yang mau berusaha bangkit,” katanya.

Dedie menilai konsep Pasar Bersih Jambu Dua sebagai laboratorium UMKM kuliner juga berpotensi menjadi contoh yang dapat dipelajari daerah lain di Indonesia.

Konsep pemberdayaan tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang terdampak PHK, tetapi juga pekerja yang ingin beralih menjadi pengusaha maupun masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomian melalui usaha berbasis ekonomi kerakyatan.

“Ini adalah wujud nyata keberpihakan dan kepedulian bahwa mereka tidak sendiri. Ada pemerintah yang hadir menemani, merangkul untuk bangkit, berusaha, dan berkembang,” ujar Dedie.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, investor, dan Perumda PPJ dapat terus diperkuat sehingga sentra UMKM kuliner di Pasar Bersih Jambu Dua mampu tumbuh secara berkelanjutan.

“Artinya, modal kebersamaan ini yang bisa membuat segala mimpi itu terwujud. Dengan usaha bersama secara kolektif, laboratorium UMKM kuliner ini dapat tumbuh, maju, dan berkembang,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai