Diplomasi Budaya UI–Jepang, Gamelan dan Tari Bali Pikat Mahasiswa TUAT

Depok, denting.id – Upaya mempererat hubungan Indonesia dan Jepang ditempuh lewat jalur budaya. Universitas Indonesia (UI) memperkenalkan gamelan dan tari Bali kepada mahasiswa Jepang dalam lokakarya seni yang sarat nilai budaya di Makara Art Center UI, Depok, Jawa Barat.

“Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi mahasiswa TUAT. Seni, seperti gamelan dan tari Bali, merupakan bahasa universal yang dapat menyatukan perbedaan. Lokakarya ini menjadi wujud nyata diplomasi budaya yang menunjukkan bahwa seni Indonesia mampu menginspirasi generasi muda dari berbagai disiplin ilmu,” kata Eko Sulistiyo dari Direktorat Kebudayaan UI dalam rilis pers, Selasa (24/02/2026).

Kegiatan bertajuk “Workshop Indonesian’s Art Cultural” ini melibatkan mahasiswa dari Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) dan digagas bersama Direktorat Kebudayaan serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Program ini menjadi bagian dari pertukaran budaya tahunan antara kedua kampus.

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan pada gamelan Jawa. Dengan metode learning by doing, mereka belajar memainkan saron, bonang, hingga gong, sekaligus memahami filosofi harmoni dalam budaya musik tradisional Indonesia. Suasana penuh antusias terlihat ketika nada demi nada mulai berpadu.

Memasuki sesi berikutnya, nuansa budaya Bali mengambil panggung. Mahasiswa Jepang mempraktikkan Tari Pendet dan Tari Sekar Jagat di bawah bimbingan penari profesional. Gerakan dasar seperti ngelo, agem, dan seledet dipelajari dengan penuh semangat, meski sesekali diwarnai tawa karena gerakan yang masih kaku.

“Saya seorang mahasiswa teknik, tetapi hari ini saya belajar bahwa ketepatan dan kelembutan dapat berpadu indah dalam budaya Indonesia. Ini pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan saya,” ujar salah satu peserta, Yuki Tanaka, melalui penerjemah.

UI berharap kegiatan budaya ini tidak sekadar menjadi pengalaman singkat, melainkan melahirkan duta-duta budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan Nusantara di Jepang. Acara ditutup dengan pertunjukan kolaboratif mahasiswa Jepang dan pengajar Indonesia sebagai simbol harmonisasi dua bangsa dalam panggung budaya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai