Wali Kota Bogor Pantau Akses Stasiun Ciomas, Dorong Perpanjangan Rute KRL

Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meninjau langsung  akses jalan menuju Stasiun Ciomas-Rancamaya yang berlokasi di wilayah Bogor Selatan pada Senin (9/3/2006).

Pada kunjungan tersebut, Wali Kota Bogor mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah dana pembangunan sekitar Rp10 miliar. Nilai yang besar ini harus segera dimanfaatkan agar tidak menjadi aset yang mubazir.

Dalam keterangannya, Wali Kota menyebut telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PT KAI mengenai masa depan stasiun-stasiun di jalur Bogor-Sukabumi. Ia mengusulkan agar rute KRL Commuter Line yang selama ini berakhir di Stasiun Bogor (Alun-Alun), diperpanjang hingga ke wilayah selatan.

“Desain emplasemennya sudah sejajar dengan dek KRL. Maka tujuannya, KRL yang selama ini berhenti di Kota Bogor, harus diperpanjang sampai ke Lido hingga Cigombong,” ujar Wali Kota.

Kehadiran KRL di Stasiun Ciomas-Rancamaya dinilai akan menjadi solusi mobilitas bagi warga Bogor Selatan. Warga di wilayah Genteng, Kertamaya, hingga Dekeng nantinya tidak perlu lagi menempuh jarak jauh ke pusat kota untuk mengakses transportasi berbasis rel tersebut.

Penyediaan Akses Jalan Jadi Prioritas Pemkot

Meski urusan bangunan stasiun dan teknis perkeretaapian merupakan ranah PT KAI dan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Pemkot Bogor mengambil tanggung jawab penuh pada penyediaan infrastruktur pendukung berupa akses jalan.

Saat ini, warga dari wilayah Genteng hanya berjarak sekitar 1,2 km dari stasiun, sementara dari Kertamaya hanya sekitar 1 km. Namun, ketiadaan akses jalan yang memadai membuat potensi stasiun ini terhambat.

“Faktanya memang belum bisa beroperasi karena aksesnya tidak ada atau tidak memadai. Hari ini saya bersama Dinas Perumkim, PUPR, Camat, dan Lurah, serta pihak Sinar Mas Rancamaya memastikan kita akan membangun akses jalan ke sini,” tegasnya.

Wali Kota menekankan bahwa aktivasi stasiun ini memerlukan sinergi lintas sektoral. Ia menggunakan istilah bahasa Sunda “dibadamikan” untuk menggambarkan proses musyawarah dan kolaborasi yang sedang dijalankan.

Nantinya, setelah akses jalan beton rampung dikerjakan oleh Pemkot, diharapkan PT KAI dan Ditjen Perkeretaapian segera melengkapi infrastruktur Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA).

“Kita siapkan dulu jalannya yang bagus (beton), sambil menunggu PT KAI menyiapkan jaringan kabel atasnya. Namanya KRL kan butuh listrik. Kita tidak mau diam saja melihat aset ini menganggur,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai