Gempa M5,3 Guncang Pangandaran, 8 Perjalanan KA Daop 2 Bandung Sempat Berhenti

 

BANDUNG,Denting.id — Gempa bumi Magnitudo 5,3 yang mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026) malam, berdampak pada perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

KAI sempat menghentikan sementara seluruh perjalanan kereta api sebagai langkah keselamatan. Penghentian dilakukan setelah getaran gempa dirasakan di sejumlah jalur operasional, mulai dari lintas Nagreg-Banjar, Cibatu-Garut, hingga Cipatat-Gandasoli.

Manager Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan penghentian dilakukan baik terhadap kereta yang masih berada di stasiun maupun yang tengah melintas di petak jalan.

“Kami langsung menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya sebelum perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi,” kata Kuswardojo dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

Delapan KA Terdampak

Sedikitnya delapan perjalanan kereta api terdampak penghentian sementara tersebut.

KAI mencatat KA Parcel Selatan berhenti di Stasiun Banjar, KA Cikuray di Stasiun Leles, serta KA Kutojaya Selatan berhenti di petak jalan Cibatu-Warungbandrek.

Kemudian KA Mutiara Selatan berhenti di petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu, KA Commuter Line Garut di Stasiun Wanaraja, dan KA Lodaya (PLB) di petak jalan Manonjaya-Ciamis.

Sementara KA Serayu (PLB) berhenti di Stasiun Cipeundeuy. KA Kahuripan juga mengalami dampak keterlambatan akibat penghentian sementara tersebut.

Selama pemeriksaan berlangsung, petugas mengecek kondisi rel, jembatan, terowongan, wesel, persinyalan, hingga berbagai infrastruktur pendukung perjalanan kereta api.

Jalur Aman, Perjalanan Kembali Normal

Setelah pemeriksaan dilakukan, KAI memastikan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 2 Bandung.

“Hasilnya, seluruh prasarana baik itu jalur rel, jembatan, dan terowongan maupun infrastruktur operasional KA dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan sehingga perjalanan kereta api dapat kembali dilanjutkan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan,” ujar Kuswardojo.

Penghentian sementara tersebut membuat sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan. Durasi keterlambatan berkisar 9 hingga 60 menit.

KA Parcel Selatan terlambat 9 menit, Lodaya 26 menit, Serayu 24 menit, Mutiara Selatan 29 menit, Kutojaya Selatan 22 menit, Commuter Line Garut 38 menit, Cikuray 60 menit, dan Kahuripan 29 menit.

KAI memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung kini telah kembali beroperasi normal.

Sebelumnya, gempa Magnitudo 5,3 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pangandaran pada Rabu (5/8/2026) pukul 21.55 WIB.

Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut berpusat sekitar 79 kilometer barat daya Pangandaran dengan kedalaman 18 kilometer.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai