Iwan Suryawan Soroti Kesiapan Anggaran dan Peringatan Dini Longsor

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mendorong pendampingan bagi petani yang mengelola lahan miring agar menerapkan teknik bercocok tanam sengkedan atau terasering. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko erosi tanah dan tanah longsor saat musim hujan.

Iwan juga mendorong optimalisasi anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga akhir tahun untuk mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi di Jawa Barat.

“Untuk penanganan cepat di lapangan, kita dorong pemanfaatan optimal anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) hingga akhir tahun,” kata Iwan, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, anggaran darurat tersebut perlu diprioritaskan untuk penanggulangan bencana, termasuk menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat ketika bencana terjadi.

Selain kesiapan peralatan, Iwan menilai peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana juga perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Selain alat berat, hal yang tidak kalah penting adalah melatih warga lereng melalui wadah Desa Tangguh Bencana (Destana) agar mampu mendeteksi awal pergerakan tanah,” tambahnya.

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh perangkat peringatan dini atau Early Warning System (EWS) berfungsi dengan baik, terutama di kawasan pegunungan yang masuk zona merah rawan longsor.

“Pemerintah provinsi harus memastikan alat penanda bahaya longsor atau Early Warning System (EWS) berfungsi baik, mengingat ada sekitar 150.000 jiwa warga yang bermukim di zona merah pegunungan tengah,” tutur Iwan.

Iwan menegaskan DPRD Jawa Barat siap mendukung pengawasan anggaran agar program mitigasi bencana hidrometeorologi dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan deras berlangsung.

Baca juga: Iwan Suryawan Minta BPBD Jabar Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

“Masyarakat yang tinggal di dekat lereng kami imbau untuk selalu waspada dan segera melapor jika melihat retakan tanah, pohon miring, atau air sungai mendadak keruh,” pesannya.

Melalui pendampingan petani, kesiapan anggaran, penguatan kapasitas warga, serta optimalisasi sistem peringatan dini, upaya mitigasi diharapkan mampu mengurangi risiko bencana dan melindungi masyarakat di kawasan rawan longsor Jawa Barat.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai