Bogor, Denting.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bogor pada Kamis (16/4/2026) sore memicu banjir lintasan di Kelurahan Rangamekar, Kecamatan Bogor Selatan. Bencana ini mengakibatkan kerusakan serius pada dua rumah warga, mulai dari tembok roboh hingga fondasi bangunan yang retak.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB di wilayah RT 04 RW 04 tersebut disebabkan oleh terjangan air bah dari dataran tinggi. Salah satu warga terdampak, Nuryono (70), melaporkan rumahnya kini terancam ambruk setelah aliran air mengikis tanah di bawah bangunan hingga menyebabkan lantai dapur amblas dan dinding retak.
Nuryono mengaku kondisi ini sudah berlangsung lama dan telah dilaporkan berkali-kali ke pihak kelurahan, namun belum ada tindakan nyata dari pemerintah setempat.
“Sudah lapor sampai tiga kali ganti ketua RW, tapi tanggapannya cuma ‘nanti-nanti’ saja. Selama ini hanya foto-foto saja, tidak ada tindakan nyata. Saya harap ada bantuan dan perbaikan segera,” ujar Nuryono, Jumat (17/4/2026).
Kerusakan serupa dialami Angga, warga yang tembok rumahnya roboh akibat luapan air. Menurut Angga, banjir tersebut dipicu oleh jebolnya gorong-gorong kecil serta kiriman air dari area perumahan di dataran yang lebih tinggi.
Merespons keluhan tersebut, Camat Bogor Selatan menjelaskan bahwa penyebab teknis di lapangan adalah adanya penyempitan jalur air alami yang kini tertutup bangunan dapur milik warga. Pihaknya menyatakan warga telah bersedia bangunannya dibongkar jika sudah ada intervensi dari dinas terkait.
Guna mengantisipasi hujan susulan, pihak kecamatan akan mengambil langkah darurat pada Jumat (18/4/2026) .
“Jajaran kecamatan beserta 16 kelurahan di Bogor Selatan akan melakukan aksi korve atau bebersih di hari Jumat. Fokus utamanya adalah menutup jalur air yang rawan dan mengalihkan arusnya menuju Sungai Cipinaga,” tegas Camat Bogor Selatan.
Selain aksi massal, pihak kelurahan juga tengah menjalin komunikasi dengan pengembang perumahan di area atas untuk melakukan normalisasi saluran air guna menekan debit air yang turun ke pemukiman warga. Kasus ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas PUPR untuk perbaikan permanen.

