Netanyahu Terancam Kalah di Pemilu, Survei Tunjukkan Oposisi Memimpin

Jakarta, Denting.id – Jajak pendapat terbaru di Israel menunjukkan sinyal melemahnya dukungan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Survei memperlihatkan blok oposisi memiliki peluang lebih besar untuk mengungguli koalisi yang dipimpin Netanyahu.

Berdasarkan survei yang dirilis Channel 12, partai-partai oposisi Zionis diproyeksikan meraih 56 kursi di parlemen (Knesset), sementara blok pendukung Netanyahu diperkirakan memperoleh 50 kursi.

Sementara itu, partai sentris Zionist Home diprediksi mengamankan empat kursi. Adapun dua partai yang mayoritas anggotanya berasal dari warga Arab, yakni Ra’am dan Hadash-Ta’al, masing-masing diperkirakan meraih lima kursi.

Karena pimpinan Zionist Home, Chili Tropper dan Yoaz Hendel, telah mengisyaratkan akan bergabung dengan koalisi anti-Netanyahu, total kekuatan blok oposisi diperkirakan mencapai 60 kursi atau hanya terpaut satu kursi dari mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang.

Survei tersebut juga menunjukkan mayoritas warga Israel mulai meragukan janji Netanyahu untuk meraih “kemenangan total” dalam perang di Jalur Gaza. Sebanyak 62 persen responden menilai target tersebut tidak akan tercapai.

Selain itu, sebanyak 62 persen responden juga menyatakan tidak percaya Netanyahu telah berhasil “memimpin Israel menuju kemenangan setelah tiga tahun perang”, sedangkan hanya 28 persen yang meyakini klaim tersebut.

Pandangan pesimistis juga terlihat terkait kelompok Hamas dan Hizbullah. Sebanyak 72 persen responden menilai Hamas tidak akan bersedia melucuti senjata, sementara 63 persen memiliki pandangan serupa terhadap Hizbullah.

Terkait Iran, sebanyak 35 persen responden menilai ancaman dari negara tersebut telah berkurang akibat kebijakan Israel, 28 persen menilai tidak berubah, dan 27 persen justru melihat ancamannya meningkat. Meski demikian, 51 persen responden mendukung dimulainya kembali perang melawan Iran, sedangkan 34 persen menolak.

Survei turut mengukur penilaian publik terhadap kepemimpinan militer Israel. Menteri Pertahanan Israel Katz memperoleh penilaian negatif dari 57 persen responden, sementara hanya 34 persen yang menilai kinerjanya baik.

Sebanyak 47 persen responden juga menganggap upaya Katz untuk mencopot Kepala Komando Pusat Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Mayjen Avi Bluth, sebagai tindakan yang tidak pantas. Hanya 17 persen yang menilai langkah tersebut layak dilakukan.

Baca juga: Iran dan Arab Saudi Intensif Berkomunikasi Bahas Stabilitas Kawasan

Survei ini dilakukan oleh Migdam Institute terhadap 503 responden dengan margin kesalahan sebesar 4,4 persen. Hasilnya menjadi salah satu indikator penting yang menggambarkan perubahan sentimen publik Israel menjelang pemilu mendatang.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai