Jakarta, Denting.id – Iran kembali mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan sejumlah negara di kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pembicaraan dengan pejabat tinggi Arab Saudi, Pakistan, dan Turki untuk membahas perkembangan keamanan regional.
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan Araghchi melakukan percakapan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud serta Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir pada Minggu (2/8/2026).
Dalam unggahannya di platform X, Araghchi menyatakan pembahasan berfokus pada perkembangan terbaru di kawasan serta berbagai langkah untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional.
Komunikasi antara Iran dan Arab Saudi berlangsung di tengah meningkatnya tensi akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan kelompok-kelompok yang didukung Teheran. Riyadh yang sebelumnya menjaga jarak dari konflik sejak pecah pada Februari lalu, kini disebut mulai mengambil peran lebih aktif.
Dalam perkembangan terbaru, Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan terhadap wilayah kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Iran di Irak. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan korban jiwa.
Sebelum melakukan pembicaraan dengan pihak Saudi, Araghchi telah memperingatkan kemungkinan respons Iran terhadap tindakan militer Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan setiap bentuk “agresi atau tindakan permusuhan” akan dibalas dengan “respons yang tegas dan proporsional”.
Selain dengan Arab Saudi, Araghchi juga menggelar komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir. Dalam pembicaraan tersebut, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk merespons setiap tindakan yang dianggap sebagai provokasi terhadap negaranya.
Baca juga: Iran Siapkan Balasan Besar Jika AS Serang Infrastruktur
Rangkaian komunikasi diplomatik ini menunjukkan upaya negara-negara di kawasan untuk menjaga jalur dialog di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus mengurangi potensi meluasnya konflik di kawasan.

