SUKABUMI, Denting.id – Niat membantu saudaranya mendapatkan pekerjaan di program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) justru membawa seorang pria berinisial C (35) berurusan dengan aparat penegak hukum. Pria tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana yang berkaitan dengan proses perekrutan tenaga kerja untuk program tersebut.
Kasus ini bermula ketika C berupaya mencarikan pekerjaan bagi salah satu anggota keluarganya di dapur MBG. Namun, dalam prosesnya, ia diduga melakukan tindakan yang melanggar hukum hingga akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik masih mendalami peran C serta kronologi lengkap kejadian. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus ini untuk mengetahui secara utuh peran yang bersangkutan serta ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat,” ujar salah seorang penyidik.
Hingga kini, polisi belum merinci pasal yang akan disangkakan kepada C karena proses penyidikan masih berlangsung. Penyidik juga memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap segala bentuk proses perekrutan tenaga kerja. Masyarakat diminta memastikan informasi lowongan pekerjaan berasal dari sumber resmi serta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan pekerjaan dengan syarat tertentu di luar prosedur yang telah ditetapkan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan melalui mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh instansi berwenang. Karena itu, setiap proses rekrutmen tenaga kerja harus dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui adanya dugaan penyimpangan dalam proses perekrutan tenaga kerja agar segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya korban baru serta memastikan setiap proses rekrutmen berlangsung secara adil dan sesuai aturan.
Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Penyidik akan terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap seluruh fakta serta memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
