Pemkot Bandung Genjot Produksi Briket RDF, Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar Bernilai Ekonomi

BANDUNG, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat optimalisasi operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tegalega sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

Salah satu fokus utama yang kini dikembangkan adalah produksi briket Refuse Derived Fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari sampah melalui proses pengolahan modern.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung dalam mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sekaligus mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif bagi sektor industri.

 

Briket RDF diproduksi dari sampah yang telah dipilah dan diolah sehingga memiliki nilai kalor tinggi. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti batu bara di sejumlah industri, terutama industri semen dan manufaktur yang membutuhkan energi dalam jumlah besar.

 

Selain membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, pengembangan RDF juga dinilai mampu mendukung program pengurangan emisi karbon serta mendorong penerapan ekonomi sirkular, yaitu sistem yang memanfaatkan kembali limbah menjadi produk bernilai ekonomi.

 

Wali Kota Bandung menyatakan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi harus mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan.

 

“Pengelolaan sampah harus menjadi solusi yang berkelanjutan. Melalui pengembangan RDF, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan kini dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Pemkot Bandung terus mengoptimalkan fasilitas TPST Tegalega agar kapasitas pengolahan sampah semakin meningkat. Dengan teknologi yang lebih modern, pemerintah berharap volume sampah yang dikirim ke TPA dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan produksi briket RDF.

 

Selain memperkuat infrastruktur, Pemkot Bandung juga akan memperluas kerja sama dengan pelaku industri sebagai pengguna RDF. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mulai dari proses pengumpulan, pengolahan, hingga pemanfaatan hasil akhirnya sebagai sumber energi alternatif.

 

Di sisi lain, optimalisasi TPST Tegalega juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya. Dengan kualitas bahan baku yang lebih baik, proses produksi RDF dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan produk yang memenuhi standar kebutuhan industri.

 

Melalui inovasi tersebut, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi. Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai