Denting.id – Timnas Indonesia kembali gagal melaju ke babak semifinal Piala AFF. Kegagalan pada edisi 2026 menjadi yang kedua secara beruntun setelah skuad Garuda juga tersingkir di fase grup pada Piala AFF 2024.
Kepastian tersebut didapat setelah Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Kallang, Singapura, Jumat (7/8/2026) malam.
Hasil imbang itu membuat Indonesia hanya mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan. Perolehan tersebut tidak cukup untuk mengantarkan tim asuhan John Herdman ke babak semifinal.
Vietnam keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi 10 poin dari empat laga. Sementara itu, Singapura mengamankan posisi runner-up dengan delapan poin dan berhak menemani Vietnam ke semifinal.
Kegagalan ini menjadi yang keenam bagi Indonesia sepanjang sejarah Piala AFF sejak turnamen tersebut pertama kali digelar pada 1996. Sebelumnya, Indonesia juga gagal melewati fase grup pada edisi 2006, 2012, 2014, 2018, dan 2024.
Lebih menyakitkan lagi, kegagalan pada 2026 membuat Indonesia kembali tersingkir dari fase grup dalam dua edisi Piala AFF secara beruntun. Situasi serupa sebelumnya pernah terjadi pada 2012 dan 2014.
Namun, kondisi sepak bola Indonesia saat ini berbeda dibandingkan periode tersebut. Pada 2012 dan 2014, sepak bola nasional tengah dilanda dualisme kompetisi yang membuat kondisi organisasi dan kompetisi domestik mengalami kekacauan.
Sementara pada 2026, situasi sepak bola Indonesia relatif lebih stabil. Timnas juga diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas skuad.
Kendati demikian, keberadaan pemain naturalisasi belum mampu mengangkat prestasi Indonesia di Piala AFF 2026. Salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak semua pemain yang berkiprah di Eropa dapat bergabung dengan tim nasional.
Piala AFF tidak termasuk agenda resmi dalam kalender internasional FIFA. Karena itu, klub memiliki hak untuk tidak melepas pemainnya ke turnamen tersebut.
Kondisi tersebut membuat John Herdman tidak dapat menurunkan kekuatan terbaiknya secara penuh. Pada akhirnya, Timnas Indonesia harus kembali menerima kenyataan pahit dengan gagal melangkah ke semifinal Piala AFF.
Baca juga: Pengamat Sebut Timnas Indonesia Masih Unggul dari Singapura
Kegagalan ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah besar bagi PSSI dan tim kepelatihan untuk mengevaluasi persiapan, komposisi pemain, serta strategi menghadapi turnamen regional di masa mendatang.Kalau ingin, judulnya juga bisa dibuat lebih **tajam dan bernuansa dramatis** untuk gaya headline media online.

