Kekeringan Meluas di Depok, Lebih dari 10 Ribu Warga Terdampak Krisis Air

 

DEPOK, Denting.id – Kekeringan ekstrem akibat puncak musim kemarau semakin meluas di Kota Depok, Jawa Barat. Kondisi tersebut berdampak terhadap lebih dari 10.000 jiwa yang tersebar di 63 kelurahan dan 11 kecamatan.

Krisis air bersih membuat sebagian warga harus mengantre untuk mendapatkan bantuan air. Sebagian lainnya terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi dan mencuci.

Wilayah Depok bagian barat dan selatan menjadi kawasan yang paling terdampak. Kecamatan Bojongsari, Sawangan, dan Beji tercatat sebagai sejumlah wilayah yang mengalami kondisi kekeringan cukup parah.

Di wilayah tersebut, sumur milik warga mulai mengering seiring menurunnya ketersediaan air. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah sumber air permukaan.

Debit Sungai Ciliwung dan 17 anak sungai di sekitar wilayah Depok dilaporkan mengalami penyusutan akibat minimnya curah hujan selama musim kemarau.

Situasi tersebut membuat kebutuhan terhadap pasokan air bersih semakin meningkat. Warga terdampak kini mengandalkan bantuan distribusi air untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak diharapkan terus memperluas distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau berlangsung.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai