TANGERANG, Denting.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kebijakan tersebut diperpanjang hingga Jumat (11/9/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang.
Perpanjangan PJJ disampaikan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Nomor B/100.3.2/13587/IX/Disdik tentang Imbauan Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Wilayah Kabupaten Tangerang.
Dalam surat edaran itu, seluruh satuan pendidikan diminta memastikan kegiatan belajar mengajar secara daring tetap berjalan dengan baik. Kehadiran guru dan siswa juga harus tetap dipantau selama PJJ berlangsung.
Para guru diminta menyesuaikan beban tugas dan aktivitas pembelajaran dengan kondisi masing-masing siswa selama mengikuti kegiatan belajar dari rumah.
Sekolah Diminta Pantau Kondisi Kesehatan Siswa
Selain memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan, sekolah diminta aktif berkomunikasi dengan orang tua untuk memantau kondisi kesehatan siswa yang berpotensi terdampak paparan abu vulkanik.
Apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan.
Orang tua juga diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah selama masa PJJ. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Bupati: Lebih Baik Mencegah
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan perpanjangan PJJ dilakukan karena sebaran abu vulkanik berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Menurutnya, paparan abu vulkanik dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pada kulit.
“Jadi jangan sampai ada korban masyarakat kita, apakah itu terkena ISPA atau juga mata, kulit, dan lain sebagainya, lebih baik kita mencegah ya, lebih baik mencegah,” kata Maesyal kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Maesyal mengatakan Pemkab Tangerang masih memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau serta sebaran abu vulkanik yang berdampak di wilayahnya.
Hasil pemantauan tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembelajaran berikutnya.
Sebelumnya PJJ Diterapkan Tiga Hari
Sebelumnya, PJJ bagi siswa di Kabupaten Tangerang telah diterapkan sejak Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026).
Dengan adanya perpanjangan ini, siswa PAUD, SD, dan SMP kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah hingga Jumat (11/9/2026), sembari pemerintah daerah memantau perkembangan kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

