Pramono Targetkan 6.500 Km Kabel Semrawut Jakarta Masuk Bawah Tanah dalam 5 Tahun

 

JAKARTA, Denting.id — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel yang masih berada di permukaan jalan dan dinilai semrawut dapat diturunkan ke bawah tanah dalam waktu lima tahun.

Total jaringan kabel yang akan ditata dalam program tersebut diperkirakan mencapai sekitar 6.500 kilometer.

Target itu disampaikan Pramono saat meninjau penataan kabel semrawut di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kini telah memiliki payung hukum untuk melakukan penataan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

“Sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2025 pada bulan Desember, kita telah mempunyai payung hukum untuk mengatur yang disebut dengan penataan sarana jaringan utilitas terpadu atau SJUT,” kata Pramono.

Pramono menjelaskan, penataan dilakukan dengan menurunkan jaringan kabel yang selama ini terpasang di atas tiang ke dalam jaringan utilitas bawah tanah.

Namun, proses tersebut dilakukan secara bertahap karena terdapat perbedaan karakteristik antara kabel komunikasi dan kabel listrik.

“Secara prinsip kabel itu ada dua, yang satu untuk komunikasi, yang satu untuk listrik. Memang yang sekarang ini yang sudah bisa diturunkan adalah kabel-kabel yang berkaitan dengan komunikasi. Sedangkan kabel yang berkaitan dengan listrik masih memerlukan waktu,” ujarnya.

Target 6.500 Kilometer

Pramono mengatakan penataan kabel telah dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya di Jalan Dr. Supomo. Ia ingin program tersebut tidak hanya diterapkan di beberapa ruas jalan, tetapi dilakukan secara menyeluruh di wilayah Jakarta.

“Saya terus terang mem-planning dalam 5 tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan,” ungkapnya.

Menurut Pramono, tantangan utama program tersebut terletak pada besarnya jaringan yang harus ditangani. Total panjang kabel yang perlu ditata diperkirakan mencapai kurang lebih 6.500 kilometer.

Meski demikian, ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila penataan dilakukan secara bersama-sama dan tidak hanya mengandalkan satu perangkat daerah.

“Apakah 5 tahun itu bisa atau tidak, karena memerlukan kurang lebih 6.500 kilometer yang harus ditangani. Tetapi kalau ini ditangani secara total, artinya tidak hanya bergantung pada Bina Marga saja, saya yakin itu bisa dilakukan,” jelasnya.

Libatkan Swasta

Untuk mempercepat realisasi program, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang keterlibatan badan usaha atau pihak swasta dalam pembangunan dan pengelolaan SJUT.

Pramono menilai keterlibatan swasta penting agar penataan ribuan kilometer jaringan utilitas dapat dilakukan secara lebih optimal. Selain itu, menurutnya, pembangunan SJUT juga memiliki potensi dari sisi bisnis.

“Maka keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik,” imbuhnya.

Dengan adanya payung hukum dan kolaborasi berbagai pihak, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penataan kabel semrawut dapat dilakukan secara bertahap hingga seluruh jaringan di permukaan jalan masuk ke sistem utilitas bawah tanah dalam lima tahun.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai