Bandung, Denting.id – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan hasil Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2025 dapat memberi kontribusi nyata bagi pengembangan industri dalam negeri.
KSTI 2025 digelar di Gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Bandung, pada 7–9 Agustus 2025. Dalam pidato kunci, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus siap menghadapi tantangan besar demi memajukan bangsa.
“Pak Presiden tadi menyampaikan berbagai tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia, serta menekankan bahwa kita memiliki sumber kekayaan alam yang besar untuk dikonversi menjadi kemajuan nasional,” ujar Brian di Bandung, Jumat (8/8/2025).
Menurut Brian, potensi sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat menjadi modal utama untuk menyejahterakan masyarakat. Namun, hal itu memerlukan penguasaan sains dan teknologi, seperti yang difasilitasi melalui forum KSTI, guna melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola potensi tersebut.
“Potensi besar itu harus diolah menjadi kesejahteraan. Dibutuhkan penguasaan sains, riset, dan inovasi yang berkontribusi bagi pengembangan berbagai industri di Indonesia,” jelasnya.
Baca juga : ITB Di Mana-Mana, Prabowo Terkekeh Lihat Kabinet dan BUMN Dipenuhi Lulusan Kampus Ganesha
Brian berharap, di masa depan, semakin banyak produk yang lahir dari karya dan industri dalam negeri. Dengan begitu, ketergantungan pada impor dapat berkurang, sekaligus mencegah aliran kekayaan alam Indonesia ke luar negeri karena keterbatasan kemampuan produksi di dalam negeri.

