BOGOR, Denting.id – Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka menyatakan ketertarikannya untuk membangun jalan khusus tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor. Namun, rencana investasi tersebut masih menunggu hasil studi kelayakan yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Jusuf Hamka mengatakan, pembangunan jalan khusus tambang merupakan proyek yang membutuhkan perhitungan matang, baik dari sisi teknis, ekonomi, maupun manfaat bagi masyarakat. Karena itu, keputusan untuk merealisasikan investasi akan diambil setelah kajian kelayakan selesai dilakukan.
“Saya tertarik membangun jalan khusus tambang di Bogor Barat. Tetapi tentu harus melihat hasil feasibility study atau studi kelayakan yang sedang disiapkan pemerintah daerah. Kalau hasilnya layak, tentu bisa dilanjutkan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jalan khusus tambang dapat menjadi solusi atas persoalan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi akibat aktivitas kendaraan angkut tambang yang melintasi jalan umum. Dengan jalur tersendiri, mobilitas masyarakat diharapkan menjadi lebih aman dan nyaman, sementara distribusi hasil tambang juga dapat berjalan lebih efektif.
Pemkab Bogor saat ini tengah menyusun kajian kelayakan sebagai dasar dalam menentukan skema pembangunan jalan khusus tambang. Kajian tersebut mencakup aspek teknis, kebutuhan investasi, dampak lingkungan, hingga manfaat ekonomi bagi daerah.
Pemerintah daerah menilai pembangunan jalan khusus tambang menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi konflik antara aktivitas pertambangan dan kepentingan masyarakat pengguna jalan. Selama ini, operasional truk tambang di sejumlah ruas jalan kerap memicu kemacetan, kerusakan jalan, hingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Hasil studi kelayakan nantinya akan menjadi acuan bagi Pemkab Bogor dalam menentukan model kerja sama dengan investor, termasuk peluang menggandeng pihak swasta dalam merealisasikan proyek tersebut.
Apabila dinyatakan layak, pembangunan jalan khusus tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi logistik sektor pertambangan sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap infrastruktur jalan umum dan aktivitas masyarakat.

