Jakarta, Denting.id – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan kebijakan penambahan anggaran riset sebesar Rp4 triliun untuk mendukung penguatan penelitian dan inovasi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Arif usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo dengan para periset BRIN di halaman Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Menurut Arif, meskipun Presiden tidak menyampaikan secara langsung mengenai tambahan anggaran tersebut dalam pidatonya, pemerintah telah memberikan kebijakan untuk meningkatkan pendanaan riset.
“Beliau memang tidak memberikan statement secara eksplisit terkait dengan soal pendanaan riset, akan tetapi beliau sudah memberikan policy akan ada tambahan empat triliun dana riset,” kata Arif.
Ia menjelaskan, saat ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tengah menyusun proposal penggunaan anggaran, termasuk pengajuan tambahan dana riset sebesar Rp1 triliun sebagai tahap awal.
“Jadi, kami sekarang sudah menyampaikan proposal tersebut untuk tambahan Rp1 triliun dana riset untuk menghasilkan yang tadi sudah disampaikan,” ujarnya.
Arif menambahkan, BRIN terus memperkuat riset di berbagai bidang teknologi strategis guna meningkatkan daya saing nasional. Fokus pengembangan meliputi teknologi nuklir, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta berbagai inovasi yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.
Menurutnya, penguatan sektor riset menjadi salah satu langkah penting agar Indonesia mampu menguasai teknologi maju dan memiliki daya saing global dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
Baca juga: Pemerintah Selidiki Makalah MBG yang Kaitkan Prabowo dengan Nobel Perdamaian 2026
Dengan dukungan tambahan anggaran dari pemerintah, BRIN berharap pengembangan riset dan inovasi dapat berjalan lebih optimal serta menghasilkan teknologi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

