Fadli Zon Tinjau Vila Bung Hatta dan Riung Gunung, Dorong Jadi Destinasi Wisata Budaya

 

BOGOR,Denting.id – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengunjungi Vila Bung Hatta dan Vila Riung Gunung di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Kamis (20/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi bangunan bersejarah sekaligus mendorong pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Dalam kunjungannya, Fadli meninjau langsung Vila Bung Hatta di kawasan Megamendung yang memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi pernikahan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, dengan Rahmi Rachim.

Fadli menjelaskan, Mohammad Hatta memiliki nazar untuk tidak menikah sebelum Indonesia merdeka. Setelah Indonesia merdeka, Hatta kemudian melangsungkan pernikahan dengan Rahmi Rachim. Sejumlah dokumentasi mengenai peristiwa tersebut masih tersimpan di Vila Bung Hatta, mulai dari foto, buku, hingga surat-surat tulisan tangan Mohammad Hatta.

Menurut Fadli, Vila Bung Hatta memiliki nilai sejarah yang kuat karena tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pribadi Mohammad Hatta, tetapi juga menjadi tempat sang proklamator bekerja dan melahirkan sejumlah gagasan penting bagi perjalanan bangsa Indonesia.

“Di wilayah Puncak ini banyak situs sejarah yang berkaitan dengan tokoh-tokoh bangsa kita. Di wilayah Megamendung, misalnya, ada Vila Bung Hatta yang sudah menjadi Cagar Budaya Kabupaten dan kita harapkan tahun ini juga menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Fadli dalam keterangan resminya, Kamis (20/8/2026).

Fadli menilai peningkatan status Vila Bung Hatta menjadi Cagar Budaya Nasional penting untuk memperkuat upaya pelindungan dan pengelolaan situs tersebut. Kementerian Kebudayaan pun mendorong proses tersebut agar nilai sejarah Vila Bung Hatta dapat terus terjaga.

Usai meninjau Vila Bung Hatta, Fadli melanjutkan kunjungan ke Vila Riung Gunung. Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya karena memadukan nilai sejarah dengan keindahan alam Puncak.

Fadli juga mendorong agar Vila Riung Gunung dapat ditetapkan sebagai cagar budaya dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat berbasis kebudayaan.

“Puncak punya potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi budaya, destinasi kuliner, destinasi sejarah, dan juga berbagai wisata lainnya. Termasuk Vila Riung Gunung ini, kita bisa melihat pemandangan Puncak dari sudut yang berbeda,” katanya.

Menurut Fadli, pengembangan situs sejarah tidak hanya bertujuan mempertahankan bangunan dan cerita masa lalu, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Keberadaan situs budaya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ia optimistis pengembangan kawasan tersebut dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, termasuk generasi muda yang perlu diperkenalkan dengan sejarah perjalanan bangsa.

“Bangunan karya arsitektur ini dibangun supaya kita tidak melupakan perjalanan bangsa ini, sehingga harus kita rawat,” ujar Fadli.

Ia menambahkan, Kementerian Kebudayaan terus mendorong restorasi, revitalisasi, dan renovasi terhadap bangunan cagar budaya maupun bangunan yang diduga memiliki nilai cagar budaya.

Fadli berharap Vila Riung Gunung dapat dikembalikan pada tujuan awalnya sebagai ruang yang merepresentasikan kecintaan terhadap budaya dan sejarah bangsa, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata budaya di kawasan Puncak.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai