Dedie Rachim Tawarkan 57 Halte Bogor untuk Branding, Dorong Pendapatan dari Aset Daerah

 

BOGOR, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk melakukan branding terhadap halte-halte yang menjadi aset pemerintah daerah. Langkah ini dinilai dapat meningkatkan pemanfaatan aset sekaligus mendorong pendapatan asli daerah (PAD).

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan hal tersebut saat meluncurkan Halte Air Alam Kebun Raya Bogor di Jalan Pajajaran, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (23/8/2026).

Halte tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bogor melalui Perumda Transportasi Pakuan (PTP) dengan Air Alam dan PT CAMN.

Dedie mengatakan, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas dan perawatan fasilitas publik tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sebelumnya mungkin halte itu kelihatannya kurang terawat dengan baik. Dengan adanya kolaborasi sinergi dengan pihak ketiga, harapannya paling tidak ada yang betul-betul memperhatikan, ada perawatan yang rutin,” ujar Dedie.

Menurutnya, pola kerja sama tersebut memungkinkan pemeliharaan fasilitas publik dilakukan dengan sumber pembiayaan alternatif. Dengan demikian, pemerintah tetap dapat meningkatkan kualitas fasilitas tanpa harus mengalokasikan seluruh biaya dari APBD.

57 Halte Dibuka untuk Branding

Dedie juga menawarkan aset transportasi milik Pemkot Bogor untuk dimanfaatkan sebagai media promosi. Salah satunya melalui halte yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bogor.

“Jadi di PTP kita punya bus, ada beberapa bus, mungkin juga bisa di-branding, boleh silakan. Biar orang Bogor tambah kenal Air Alam. Kemudian yang kedua, tentu dengan kerja sama ini kita juga masih membuka peluang. Halte kita ada 57-an, bisa di-branding oleh siapa pun,” ujarnya.

Menurut Dedie, posisi halte yang berada di sejumlah jalur strategis dan protokol Kota Bogor memiliki nilai promosi bagi perusahaan. Tingginya mobilitas masyarakat dinilai dapat meningkatkan eksposur terhadap merek yang melakukan branding.

“Jadi ini opportunity business yang menjanjikan. Semakin kenal orang dengan merek, nanti begitu melihat, mereka akan timbul trust dan kemudian akan membeli Air Alam,” katanya.

Dedie berharap semakin banyak pihak swasta yang tertarik menjalin kerja sama dengan Pemkot Bogor untuk mengoptimalkan aset daerah, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Air Alam, Frans, menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi tersebut.

“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami mendapat kesempatan untuk branding halte di Kota Bogor. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Air Alam untuk dapat berkolaborasi dengan halte kebanggaan Bogor,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum di Kota Bogor.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai