BOGOR,Denting.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil pemantauan kualitas udara serta perkembangan kasus gangguan kesehatan yang masih terus dipantau oleh Pemkot Bogor.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor Ana Ismawati mengatakan, berdasarkan pemantauan pada Jumat (11/9/2026), kualitas udara Kota Bogor berada pada kategori Sedang, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 85 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
“ Dengan kondisi kualitas udara saat ini, kami mengimbau masyarakat, terutama lansia, anak-anak, penderita asma, alergi, serta warga dengan gangguan jantung dan pernapasan, untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama,” ujar Ana.
Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) selama 24 jam, rata-rata konsentrasi tercatat sebesar 69,33 µg/m³. Konsentrasi terendah mencapai 43,1 µg/m³ pada pukul 20.00 WIB, Kamis (10/9), sedangkan konsentrasi tertinggi mencapai 80,9 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.
Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama bagi kelompok sensitif. Sementara itu, masyarakat umum yang sehat masih dapat beraktivitas di luar ruangan dengan tetap memperhatikan kondisi tubuh dan perkembangan kualitas udara.
Kasus Gangguan Kesehatan Terus Dipantau
Selain kualitas udara, Pemkot Bogor terus memantau perkembangan gangguan kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kota Bogor.
Data pemantauan menunjukkan jumlah pasien dengan gangguan kesehatan yang dipantau meningkat dari 1.360 pasien pada periode sebelumnya menjadi 1.544 pasien pada periode saat ini. Artinya, terdapat penambahan sebanyak 184 pasien.
Perkembangan kasus tersebut mencakup gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan mata, dan gangguan kulit.
Ana menegaskan, peningkatan jumlah kasus tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebab serta keterkaitannya dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus secara berkala. Kenaikan ini perlu dianalisis lebih lanjut agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Erna Nuraena mengatakan, pemantauan penyakit dan kualitas udara dilakukan secara bersamaan sebagai bagian dari kewaspadaan dini.
Pemantauan tersebut dilakukan bersama lintas sektor untuk memperoleh gambaran perkembangan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Koordinasi pemantauan kualitas udara dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BPBD,” kata Erna.
Warga Diminta Gunakan Masker
Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas fisik berkepanjangan di luar ruangan juga disarankan untuk dikurangi, terutama bagi kelompok sensitif.
Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, khususnya gangguan pernapasan, mata, atau kulit, diminta segera mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat.
“Rekomendasi ini sejalan dengan kondisi ISPU kategori Sedang yang saat ini terpantau di Kota Bogor,” ujar Erna.

