Museum Pajajaran Batutulis Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Bogor, Denting.id – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) memfokuskan seluruh langkah strategis dan anggarannya untuk mentransformasikan Museum Pajajaran di Batutulis menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan.
​Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menegaskan bahwa pengembangan museum ini merupakan kewajiban moral dan kultural untuk merawat cikal bakal sejarah Kerajaan Sunda.

Upaya konkrit terus dikebut, mulai dari pembenahan fasilitas, penambahan koleksi benda pusaka, hingga perbaikan infrastruktur kawasan.

​”Sebagai ikon Museum Pajajaran untuk masyarakat Bogor khususnya dan masyarakat Jawa Barat umumnya, ini sudah kewajiban kita untuk bagaimana museum ini bisa terlihat dan menjadi sarana edukasi bagi generasi masa depan,” ujar Firdaus dalam diskusi bersama media, Rabu (22/7/2026).

​Total jmlah koleksi museum saat ini telah meningkat pesat mencapai 103 buah yang berasal dari sumbangan kementerian, Pemkot Bogor, hingga masyarakat.

Terbaru, museum ini menerima koleksi bernilai seni tinggi dari maestro pelukis Basuki Abdullah, seperti lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca zaman Tarumanegara, hingga berbagai koleksi golok, gadi dan kujang ada dalam museum ini.

​Dalam rencana jangka pendek, Disparbud juga telah bersurat dengan Keraton Sumedang Larang untuk membuat replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda. Sementara untuk jangka menengah, pihaknya menargetkan pemenuhan standar Museum Nasional dalam waktu dua tahun agar dapat terdaftar secara resmi di kementerian.

​Dukungan penuh terhadap misi ini juga datang dari pemerintah pusat melalui persetujuan anggaran lanjutan sebesar Rp13,5 miliar. Dana tersebut akan mulai dieksekusi pada September atau Oktober mendatang oleh BPK9 untuk menata interior ruangan, sterilisasi jendela belakang, peningkatan sistem keamanan CCTV, hingga pembangunan infrastruktur utama penunjang wisata.

​”Dari anggaran kementerian nanti, prioritas utama adalah pembangunan menara. Ya, ada dua menara. Ditambah nanti pembangunan pagar. Jadi pagar di depannya, sama kita akan ditinggikan. Tapi bukan pagar tembok, tapi besi,” jelas Firdaus.

Firdaus mengatakan ​melalui penataan yang terintegrasi, pemenuhan standar museum nasional, dan kelengkapan koleksi pusaka, Museum Pajajaran Batutulis diharapkan dapat segera berkolaborasi dengan agen travel serta hotel untuk menarik kunjungan wisatawan secara lebih luas.

“Mari kita dukung museum Pajajaran Kota Bogor, ” tutupnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai