BANDUNG, Denting.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan menutup lahan kosong yang digunakan sebagai lokasi penimbunan material sisa bangunan dan sampah di Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.
Penutupan dilakukan setelah lahan tersebut terbakar pada Senin (14/9/2026) malam. Hingga Selasa (15/9/2026), petugas pemadam kebakaran masih melakukan penanganan karena api belum sepenuhnya padam.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan lahan tersebut merupakan milik pihak swasta. Namun, berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, ditemukan tumpukan yang tidak hanya berupa barangkal atau material sisa bangunan, tetapi juga bercampur dengan sampah rumah tangga.
“Kita akan tutup lahannya,” kata Farhan saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa (15/9/2026).
Farhan mengatakan penutupan dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut. Pemkot Bandung juga akan melakukan pendataan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan penggunaan lahan.
Menurut Farhan, keberadaan sampah di lokasi diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan proses pemadaman berlangsung sulit. Titik api berada di bawah tumpukan sehingga tidak mudah dijangkau petugas.
“Kebakaran ini juga menjadi perhatian karena tumpukan di lokasi bukan hanya barangkal. Ada sampah rumah tangga juga,” ujarnya.
Pemkot Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas di lahan tersebut. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau tindak pidana lingkungan, hasil pendataan akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum Kementerian Lingkungan Hidup.
Farhan menegaskan status lahan sebagai milik pribadi tidak menghilangkan kewajiban pemilik untuk bertanggung jawab terhadap aktivitas yang berlangsung di atas lahannya.
“Karena ini tanah pribadi, tentu pemiliknya juga harus dimintai pertanggungjawaban,” katanya.
Pemadaman Berlangsung 16 Jam
Sementara itu, proses pemadaman kebakaran masih berlangsung hingga Selasa siang. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung Soni Bakhtiyar mengatakan penanganan telah dilakukan selama sekitar 16 jam sejak Senin malam.
Sebanyak 10 armada dan sekitar 50 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas bekerja secara bergantian karena harus mendekati titik api yang berada di bawah tumpukan sampah dan material.
“Sudah 16 jam kita melakukan penanganan. Air yang sudah kita suplai sudah sebanyak 40.000 liter untuk pemadaman ini,” ujar Soni.
Damkar juga menggunakan metode penyuntikan air ke dalam tumpukan. Langkah tersebut dilakukan agar air dapat mencapai titik api yang berada di bagian dalam dan tidak hanya membasahi permukaan.
Soni mengatakan keberadaan gas metana di dalam tumpukan sampah turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Jika suplai air terhenti, api dikhawatirkan kembali membesar dan merambat melalui bagian dalam timbunan.
Soni menargetkan api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar tiga hari dengan metode penanganan yang diterapkan.
“Kalau kita bandingkan dengan kejadian tahun yang lalu, pemadaman bisa dilakukan sampai dengan dua bulan. Dengan metode yang baru ini, mudah-mudahan bisa kita padamkan selama tiga hari,” ujarnya.
Pemkot Bandung berharap penutupan lahan dan pendataan menyeluruh dapat mencegah aktivitas penimbunan sampah kembali terjadi serta mengantisipasi dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

