Iwan Suryawan Soroti Ancaman Kemarau Ekstrem di Jabar, Desak Antisipasi Krisis Air

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan, memberikan perhatian serius terhadap laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memprediksi sekitar 93 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau sangat kering pada tahun 2026.

Menurut Iwan, kondisi tersebut bukan sekadar fenomena cuaca tahunan, melainkan ancaman nyata yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan air bersih.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi “kekeringan” ekstrem yang dapat memicu krisis air di berbagai daerah. Iwan mengingatkan agar pemerintah tidak lengah, mengingat cadangan air di waduk maupun sumur warga berisiko menurun drastis.

“Kita harus memastikan distribusi air bersih melalui truk tangki dari BPBD maupun PDAM sudah siap menjangkau wilayah-wilayah terdampak. Kami siap mendampingi pemerintah provinsi untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengamankan anggaran darurat dan bantuan teknis,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Selain ancaman krisis air bersih, politisi PKS tersebut juga menyoroti potensi bencana lain yang kerap menyertai kemarau panjang, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia meminta instansi terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD, meningkatkan patroli rutin di kawasan rawan guna mencegah meluasnya kebakaran.

Baca juga: Iwan Suryawan Dukung Kebijakan Dedi Mulyadi Tak Naikkan Pajak Kendaraan, Ingatkan Risiko PAD

Iwan berharap langkah antisipasi dapat dilakukan sejak dini agar dampak kemarau ekstrem tidak sampai menimbulkan krisis berkepanjangan bagi masyarakat Jawa Barat.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai