JAKARTA, Denting.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada Juli 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,88 persen.
Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama emas perhiasan dan bahan bakar minyak (BBM), menjadi penyumbang utama terhadap laju inflasi pada periode tersebut.
BPS menjelaskan, inflasi tahunan tersebut menunjukkan masih adanya tekanan harga pada beberapa kelompok pengeluaran masyarakat. Emas perhiasan menjadi salah satu komoditas dengan andil terbesar seiring meningkatnya harga emas di pasar global, sementara penyesuaian harga BBM turut memengaruhi biaya transportasi dan distribusi barang.
Selain kedua komoditas tersebut, kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok dan jasa juga memberikan kontribusi terhadap terbentuknya inflasi Juli 2026, meski dengan andil yang lebih kecil.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan bahwa inflasi pada Juli masih berada dalam rentang yang relatif terkendali, meskipun terdapat tekanan dari beberapa komoditas strategis.
“Emas perhiasan dan bahan bakar minyak menjadi komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan pada Juli 2026. Perkembangan harga kedua komoditas tersebut menjadi faktor yang cukup dominan dalam pembentukan inflasi,” ujarnya.
Menurut BPS, pergerakan harga emas dipengaruhi oleh dinamika pasar global yang berdampak pada harga di dalam negeri. Sementara itu, perubahan harga BBM memberikan efek lanjutan terhadap berbagai sektor ekonomi karena memengaruhi biaya operasional dan distribusi.
Ekonom menilai inflasi pada level 2,88 persen masih berada dalam kategori yang relatif stabil dan mencerminkan daya tahan perekonomian nasional. Namun, pemerintah tetap perlu mengantisipasi potensi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis agar tidak menekan daya beli masyarakat.
“Stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan otoritas terkait perlu terus diperkuat,” kata seorang ekonom.
Pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga melalui pengendalian inflasi, pemantauan pasokan pangan, serta menjaga kelancaran distribusi barang di berbagai daerah.
Dengan inflasi yang masih berada pada level terkendali, diharapkan aktivitas ekonomi nasional tetap tumbuh positif. Meski demikian, perkembangan harga komoditas global, nilai tukar rupiah, serta dinamika energi masih menjadi faktor yang perlu terus dicermati dalam beberapa bulan ke depan.

