Hamas Tegaskan Tak Lucuti Senjata, Kesepakatan Gaza Hanya Atur Senjata Berat

Jakarta, Denting.id – Kelompok Hamas menegaskan bahwa kesepakatan terbaru untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza tidak mengatur pelucutan seluruh persenjataan mereka. Hamas menyatakan kesepakatan tersebut hanya mencakup pengumpulan dan penyimpanan senjata berat di bawah otoritas administratif Palestina, bukan penghentian perlawanan.

Perwakilan Hamas di Iran, Khaled Qaddoumi, mengatakan berbagai pemberitaan yang menyebut kesepakatan itu sebagai “pelucutan senjata Hamas” tidak menggambarkan isi sebenarnya dari perjanjian yang telah disepakati.

“Tidak ada pembicaraan soal penyerahan atau pelepasan senjata. Yang dibahas adalah pengumpulan atau penyimpanan senjata berat di bawah otoritas administratif Palestina,” ujar Qaddoumi dalam wawancara dengan Press TV, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, seluruh proses tersebut bersifat bertahap dan hanya dapat dijalankan apabila Israel terlebih dahulu memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan, termasuk menarik pasukan dari Gaza, membuka perlintasan perbatasan, mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan, serta menghentikan seluruh operasi militer.

Qaddoumi menjelaskan, kesepakatan yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu juga mencakup inventarisasi persenjataan berat, lokasi produksi militer, gudang senjata, dan infrastruktur terowongan yang nantinya akan berada di bawah pengawasan Komite Nasional Palestina.

Selain itu, Israel juga diminta mengizinkan Komite Nasional Palestina masuk ke Jalur Gaza untuk mengelola urusan sipil, mengawasi proses rekonstruksi, serta mempersiapkan penyelenggaraan pemilu yang menjadi bagian dari upaya menuju pembentukan negara Palestina.

Ia menegaskan, pembahasan mengenai senjata hanya dapat dilakukan dalam kerangka implementasi penuh kesepakatan tersebut.

“Di luar itu, tidak ada yang namanya perlawanan melepaskan senjatanya,” tegas Qaddoumi.

Hamas juga membantah anggapan bahwa kesepakatan tersebut akan melemahkan kemampuan rakyat Palestina dalam mempertahankan diri. Menurut Qaddoumi, perlawanan tetap menjadi hak yang dimiliki rakyat Palestina selama pendudukan masih berlangsung.

Baca juga: Hamas Siap Letakkan Senjata dan Kesepakatan Damai Gaza Tunggu Respons Israel

“Ini bukan pelepasan senjata dan bukan kemunduran dari konsep perlawanan. Rakyat Palestina tetap memiliki hak untuk membela diri dengan cara yang mereka anggap tepat, termasuk melalui perlawanan bersenjata,” tandasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai