Jakarta, Denting.id – Rusia memperketat pengamanan kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Laut Azov dan Laut Hitam di tengah meningkatnya eskalasi serangan dengan Ukraina. Selain memperkuat perlindungan pelayaran, Moskow juga menyiapkan jalur logistik alternatif guna menjaga kelancaran distribusi kargo.
Kementerian Transportasi Rusia, Senin (3/8/2026), mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus yang bertugas mencari rute pengiriman baru serta mengalihkan distribusi barang ke moda transportasi lain sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, kementerian menyebut langkah itu diambil menyusul meningkatnya serangan drone terhadap kapal-kapal di Laut Azov yang dinilai mengancam aktivitas pelayaran.
Pemerintah Rusia juga memastikan sejumlah operator terminal pelabuhan siap menangani tambahan volume kargo dan mempercepat proses bongkar muat sesuai kapasitas operasional masing-masing.
Selain itu, Kementerian Transportasi bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk memperkuat sistem keamanan pelayaran di Laut Azov dan Laut Hitam guna menjamin keselamatan kapal-kapal yang melintas.
Peningkatan pengamanan dilakukan di tengah memanasnya konflik di Laut Hitam, yang merupakan salah satu jalur utama ekspor komoditas pertanian dunia. Rusia sebagai eksportir gandum terbesar dunia dan Ukraina sebagai salah satu pemasok utama produk pertanian global dalam beberapa pekan terakhir saling melancarkan serangan terhadap fasilitas ekspor maupun kapal dagang.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pasar internasional terhadap potensi terganggunya pasokan pangan global, sehingga harga gandum dunia mengalami kenaikan.
Sebelumnya, pada Jumat (31/7/2026), kelompok lobi utama industri gandum Rusia memperingatkan bahwa serangan drone Ukraina terhadap kapal dan pelabuhan Rusia berpotensi menghentikan ekspor gandum melalui Laut Hitam dalam waktu dekat. Kondisi itu dinilai dapat memicu lonjakan harga pangan dan meningkatkan risiko kelangkaan pangan, terutama di kawasan Afrika dan Timur Tengah.
Baca juga: MBS dan Trump Bahas Timur Tengah, Dorong Dialog untuk Redakan Konflik Iran
Di sisi lain, serikat petani terbesar Ukraina, UAC, juga mengungkapkan bahwa serangan Rusia terhadap aktivitas pelayaran di sekitar Pelabuhan Odesa telah menghambat ekspor hasil panen pada musim panen utama. Menurut UAC, apabila situasi keamanan terus memburuk, gangguan terhadap jalur pelayaran di Laut Hitam berpotensi semakin mengganggu pasokan pangan dunia.

